Selasa, 08 November 2016

1. Konfigurasi DNS Server terlebih dahulu
2. Install FTP Server dengan perintah apt-get install proftpd lalu enter dan bila ada pertanyaan y/Y ketikkan y lalu enter


3. Akan muncul jendela seperti gambar berikut, pilih standalone dan klik ok



4. Tunggu sampai proses instalasi selesai, lalu masuk ke web Anda berada, dengan perintah cd /home/[namadomain]/ dan saya menggunakan domain nl, lalu enter



5. dan buat directory pada web tersebut dengan perintah mkdir [namadirectory] lalu enter


6. lalu hapus user ftp dengan perintah userdel ftp lalu enter dan buat user baru dengan perintah useradd -d /[namadir] ftp lalu enter


7.  lalu masukkan password untuk user ftp yang baru dengan perintah passwd ftp lalu enter , dan ketikkan password terserah Anda dan registrasi lagi lalu enter


8. masuk ke directory yang baru , dengan perintah cd [namadir]/ dan buat sub directorynya mkdir [subdir] lalu enter



9. lalu masuk ke konfigurasi ftp dengan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf lalu enter. dan edit html bagian paling bawah dengan script berikut sperti pada gambar
</Annonymous /home/[namadomain]/[namadir]/>
User ftp
</Anonymous>
lalu klik ctrl+x dan klik y lalu enter



10. lalu restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart lalu enter


11. setting IP komputer Anda sesuai dengan konfigurasi IP pada network debian yang dibuat dan lakukan ping dengan cmd untuk menguji konektifitas komputer dengan debian

12. masuk ke browser PC Anda dan ketikkan perintah ftp.[domainanda] seperti pada gambar berikut


13. lalu akan muncul jendela konfigurasi seperti berikut, masukkan user name ftp dan masukkan password ftp untuk user yang dibuat sebelumnya


14. jika berhasil, maka direktori yang Anda buat akan muncul pada halaman browser Anda seperti gambar berikut

Bahasa Pascal



Nama    : Laila Nur Islamiatun
Kelas     : Menejemen Informatika
Nim        : B16054

1.       Struktur bahasa pemrograman pascal dan C++ !
·         Struktur bahasa pemrograman Pascal :
a.       Judul
b.      Program       : berisi judul program yang akan dibuat.
c.       Uses              : unitnya.
d.      Bagian deklarasi berupa ;
Label             : berisi nama label yang akan dibuat.
Const            : deklarasi yang menggunakan identifier yang berisi nilai-nilai konstanta.
Type              : deklarasi yang mendefinisikan tipe data dari identifier yang digunakan dalam program
Var                 : deklarasi yang mendefinisikan identifier yang berisi data yang dapat     berubah-ubah nilainya didalam program.
Procedure   : nama prosedurnya.
Function      : nama fungsisnya
e.      Bagian Pernyataan
Begin
<Pernyataan-pernyataan>
End (selesai)
·         Struktur bahasa pemrograman C++:
a.       Komentar
Bagian ini berisi keterangan program yang dibuat. Bagian ini tidak begitu penting untuk program, karena tidak akan ditampilkan ketika program dijalankan.
Komentar ditulis dengan 2 cara, yaitu :
Ø  Diapit dengan tanda // untuk komentar 1 baris.
Ø  Diapit dengan tanda /*...*/ untuk komentar multi baris.
b.      Preprocessor Directive
Digunakan untuk mengarahkan preprocessor yang akan digunakan untuk membaca file header atau sebagai pengatur proses kompilasi. Contoh file preprocessor : #include, #define, #if, #else, dan lainnya.
c.       Fungsi utama (main) dan tambahan (function dan procedure)
Ø  Fungsi utama
Bagian pertama kali akan dieksekusi. Bagian ini tersusun atas kata main lalu diikuti tanda (), lalu diikuti lagi dengan definisi fungsi (bagian dalam tanda {}) yang berisi deklarasi dan perintah-perintah yang akan dieksekusi dalam program tersebut. Contoh :
int main()
{
cout<<”selamat datang”<
procedur()
return 0;
}
Ø  Fungsi Tambahan
Fungsi yang mendukung dan merupakan pemecahan dari fungsi utama, terdiri atas function dan procedure. Function merupakan nilai balik sedangkan procedure tanpa nilai balik. Contoh :
Void procedure()
{
Char nama [20]=”Fasesa”,
Cout<<”nama saya adalah”<
}
d.      Definisi Fungsi
Berisi syntax-syntax yang nantinya akan dieksekusi apabila fungsi tersebut dipanggil. Diawali dengan tanda {}, di dalam definisi fungsi ini terdapat statment, statment diakhiri dengan tanda “;”. Contoh :
int main()
{
cout<<selamat datang”<
procedur();
return 0;
}
e.      Bagian deklarasi
Tempat pengenalan variabel, konstanta, fungsi, array, dan lainnya.  Contoh :
void prosedur()
{
char nama[20]=”fasesa”;
cout<<”nama saya adalah”<
}

2.       Perintah input dan output bahasa pemrograman pascal dan c++!
a.       Perintah input output bahasa pemrograman c++ :
1.       Perintah output
Perintah yang digunakan untuk mengeluarkan hasil proses komputer sehingga bisa dibaca oleh pembaca. Fungsi-fungsinya :
Ø  Printf()
Digunakan untuk mencetak data baik berupa teks, numerik kontanta maupun variabel.
Ø  Puts()
Digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris.
Ø  Putchar()
Digunakan untuk menampilkan sebuah karakter.
Ø  Cout
Dihubungkan dengan operator overloaded <<. Contoh :
Cout<<”nama saya laila”;
2.       Perintah input:
Sebuah perintah dalam bahasa program yang mampu meneruskan nilai dari operator untuk diproses oleh komputer. Perintah-perintahnya :
Ø  Scanf()
Digunakan untuk menginputkan banyak data dalam satu baris asalkan variabelnya sesuai.
Ø  Getche()
Akan menampilkan karakter yang diketik oleh user. Hanya menampilkan satu karakter saja.
Ø  Gets()
Memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik.
Ø  Cin
Menangani standar c++ dengan menambahkan overloadded operator extraction (>>) pada cin stream. Harus diikuti dengan variabel yang akan menyimpan data.
b.      Perintah input output bahasa pemrograman Pascal :
1.       Perintah input :
2.       Perintah output :

3.       Jelaskan tentang variabel bahasa pemrograman c++ dan pascal!
Variabel adalah seeuatu yang bersifat berubah-ubah dan tidak tetap, nilai yang memiliki banyak varian. Menurut beberapa ahli :
a.       F.N Kerlinger
Variasi adalah konsep yang memiliki macam-macam nilai dan variabel yang sudah diubah.
b.      Freddy Rankuti
Variabel adalah konsep yang memiliki nilai bervariasi, dan nilai tersebut dibagi menjadi 4 data yang berbeda yaitu, skala, rasio, ordinal, nomina, dan internal.
c.       Sutrisno Hadi
Variabel adalah variasi dari objek penilitian.
Kesimpulannya variabel adalah besaran yang bisa diubah dan selalu berubah sehingga mempengaruhi kejadian dari hasil penelitian. Variabel dibagi menjadi 2 yaitu variabel diskrit dan kontinu. Macam-macam variabel :
Ø  Variabel independen
Variabel yang terjadi karena perubahan dan menimbulkan variabel terikat atau dependen.
Ø  Variabel dependen
Variabel yang tidak bebas, terikat dan mempengaruhi setiap variabel bebas atau variabel independen.
Ø  Variabel moderator
Variabel yang mempengaruhi sesuatu menjadi lebih kuat ataupun lebih lemah yang memiliki hubungan dengan variabel bebas atau variabel terikat. Variabel dari kedua variabel independen disebut variabel moderator.
Ø  Variabel intervening
Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang tidak bisa diamati ataupun diukur. Variabel ini tidak bisa diukur karena selalu berubah.
Ø  Variabel kontrol
Variabel yang diusahakan dinetralisasi oleh peneliti.
4.       Jelaskan tentang tipe data bahasa pemrograman c++ dan pascal
Tipe data adalah suatu pengenal (identifier) yang merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap intruksi yang dilakukan oleh komputer.
a.       Dalam bahasa c dikenal 5 macam tipe data
Ø  Tipe data integer
Digunakan untuk nilai integer/numerik/angka. Data integer tersimpan dalam memori sebesar 4 byte (32 bit), integer digunakan untuk bilangan bulat.
Ø  Tipe data long
Tipe data lomg sama dengan tipe data integer, bedanya integer menampung data dalam skala kecil sedangkan long dalam skala besar.
Ø  Tipe data float
Tipe data float terdapat dalam kelompok floating point yang menampung bilangan-bilangan riil. Float digunakan untuk bilangan desimal
Ø  Tipe data double
Sama dengan float, bedanya float menampung data dalam skala kecil sedangkan double dalam skala besar.
Ø  Tipe data char
Digunakan untuk karakter. Masing-masing memori menempati memori sebesar 1 byte. 1 byte terdiri dari 8 bit. Satu variabel bertipe char hanya mampu menampung 1 buah karakter.
b.      Dalam bahasa Pascal, secara garis besar dikenal dua macam tipe data yaitu :

- tipe data sederhana (primitive type):
adalah tipe data yang hanya mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data sederhana adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter, tipe data boolean dan tipe data ennumerasi.

- tipe data kompleks (complex type):
adalah tipe data yang mampu menyimpan lebih dari satu nilai dalam tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data kompleks adalah string, array (larik), record dan object.

a.      Tipe data sederhana:
Tipe Integer
Tipe integer adalah tipe data yang nilainya tidak mempunyai titik desimal.
Tipe Boolean
Data tipe boolean mempunyai dua nilai yakni benar dan salah. Dengan memakai operator and, or atau not maka dapat dibentuk ungkapan boolean yang lebih rumit.
Tipe Char
Tipe char digunakan untuk mendefinisikan tipe data yang nilainya merupakan himpunan karakter yang dikenal komputer seperti yang tersaji dalam tabel ASCII.
Tipe Terbilang
Disebut tipe terbilang karena semua nilai disebut satu persatu,
Tipe Real
Konstanta bertipe real adalah bilangan yang berisi titik desimal. Dalam Pascal paling sedikit harus ada satu digit sebelum dan sesudah titik desimal, tidak boleh ada koma dan nilainya bisa positif atau negatif.
b.      tipe data kompleks (complex type):
Tipe String
Data yang bertipe string adalah data yang berisi sederetan karakter yang banyaknya karakter bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan yaitu dari 1 sampai 255 karakter.
Tipe Larik
Larik (array) adalah tipe terstruktur yang mempunyai komponen dalam jumlah yang tetap dan setiap komponen mempunyai tipe data yang sama. Posisi masing-masing komponen dalam larik dinyatakan sebagai nomor indeks.
Tipe Rekaman
Sama halnya dengan larik, rekaman (record) adalah kumpulan data. Perbedaan antara larik dengan rekaman adalah dalam larik semua elemennya harus bertipe sama tetapi dalam rekaman setiap elemen bisa mempunyai tipe data yang berbeda satu sama lainnya.
Tipe Himpunan
Tipe himpunan adalah kumpulan obyek yang mempunyai tipe data yang sama dan urutan penulisannya tidak diperhatikan.Setiap onyek di dalam suatu himpunan disebut dengan anggota atau elemen himpunan




KONFIGURASI ACCES POINT TP-LINK

Minggu, 08 November 2015











1. Dalam melakukan setting acces point yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui ip, username, dan password dari access point tersebut.

2. Pada kasus ini kita menggunakan access point TP LINK, pada bagian belakang access point ini terdapat keterangan: 
Ip : 192.168.1.254 
Username : admin 
Password : admin
  
3. Setelah semua keterangan diatas diketahui langkah selanjutnya adalah memasang semua perangkat pendukung agar access point tersebut dapat berfungsi. Seperti memasang antenna, kabel power, dan menghubungkan kabel jaringan pada access point dengan komputer yang digunakan untuk mensetting access point.

4. Langkah selanjutnya adalah mensetting IP pada komputer yang digunakan untuk setting access point. Ip pada access point diatas adalah 192.168.1.254, maka kita harus menggunakan IP yang mempunyai network id yang sama dengan ip access point. Seperti menggunakan ip 192.169.1.1, ip tersebut yang akan digunakan sebagai ip komputer. 

image 
5. Setelah setting ip dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan koneksi jaringan dengan melakukan ping ke ip access point. 



6. Apabila terdapat hasil seperti diatas maka koneksi antara access point dengan komputer terhubung. 

7. Langkah selanjutnya adalah melakukan setting access point menggunakan halaman browser seperti Mozilla Firefox. Seperti gambar dibawah ini: 

image 
8. Pada form isian diatas diisi sebagai berikut : 
User Name : admin 
Password : admin 
Kemudian klik OK. 

9. Berikut adalah tampilan utama atau status untuk melakukan setting access point menggunakan halaman web. Caranya yaitu dengan mengetikkan ip access point pada halaman web. 

image 
10. Untuk melakukan perubahan ip pada acces point dapat mengklik sub menu Network pada menu Basic Setting. 

image 
11. Untuk melakukan perubahan nama SSID, Region, Wireless Security, MAC Filtering, dan Wireless Statistics. Dapat merubah pada bagian menu Basic Settings pada submenu Wireless. 

a. Basic Settings, pada bagian ini digunakan untuk melakukan perubahan SSID dan Region. 
image 
Kita dapat merubah SSID dan Regionnya seperti dibawah ini: 
SSID = TKJ 
Region = Indonesia 
Kemudian klik Save. 

b. Security Settings, pada bagian ini digunakan untuk mensetting password, agar clien yang terkoneksi dengan access point harus memasukkan password. Berikut adalah tampilan dari security settings pada access point menggunakan WPA-PSK/WPA2-PSK. 

image 
Pada gambar diatas menunjukan bahwa password dari WPA-PSK/WPA2-PSK, yaitu: 
PSK Passphrase : password 
Setelah setting password dilakukan, kemudian klik Save. 

c. MAC Filtering, MAC Filtering digunakan untuk untuk memfilter clien mana saja yang boleh terkoneksi dengan access point, dengan memasukkan alamat MAC Address pada daftar MAC Address yang boleh terkoneksi dengan access point. 
Berikut adalah cara untuk mengetahui alamat MAC address pada komputer: 
– Klik tombol Start > ketik cmd pada menu search > enter 
– Ketik perintah >ipconfig /all 
– Berikut adalah tampilan untuk mengetahui alamat MAC Address dari komputer. 

image 
Untuk mengetahui alamat MAC Address pada komputer dapat dilihat pada bagian Physical Address. Contoh: 
Physical Address : 00-1F-E1-3E-4C-8D 
Cara memasukkan MAC Address pada access point: 

a) Klik pada bagian MAC Filtering, seperti pada gambar dibawah ini. 

image 
b) Kemudian pada bagian Wireless MAC Address Filtering klik Enable. Berikut adalah tampilan setelah kita klik Enable. 

image 
c) Kemudian klik Add New . . . 
Kemudian akan tampil gambar seperti berikut: 

image

Berikut keterangan yang harus diisi: 
MAC Address : 00-1F-E1-3E-4C-8D 
Description : mac address yang bias diakses 
Privilege : allow 
Status : Enable 
Keterangan diatas menunjukkan bahwa hanya komputer yang mempunyai mac address diatas yang boleh terkoneksi dengan access point. 
Setelah semua setting telah dilakukan kemudian klik Save. Berikut adalah tampilan setelah semua setting selesai dilakukan. 

image

12. Langkah selanjutnya adalah melakukan setting DHCP agar setiap clien secara otomatis mendapat ip dari access point. Untuk melakukan setting DHP kita dapat mengklik submenu DHCP Settings pada menu DHCP. Berikut adalah tampilan untuk setting DHCP: 

image 
Berikut adalah cara melakukan setting DHCP pada access point: 
DHCP Server : Enable 
Start IP Address : 192.168.1.100 
End IP Address : 192.168.1.199 
Keterangan diatas menunjukkan bahwa DHCP telah diaktifkan, kemudian IP yang diberikan yaitu dari 192.168.1.100 sampai 192.168.1.199. Berarti access point ini hanya dapat memberikan sekitar 100 IP atau hanya 100 clien yang dapat terkoneksi dengan access point. 

image

Setelah semua proses telah dilakukan kemudian klik Save. 

13. Apabila kita akan mengganti username dan password yang digunakan untuk masuk atau login ke dalam settingan access point maka dapat dilakukan dengan mengklik submenu Password pada menu System Tools. 

image 
14. Setelah semua setting selesai dilakukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan Reboot, yaitu dengan tombol Rebootpada submenu Reboot pada menu System Tools. Berikut adalah gambar untuk melakukan Reboot. 

image