Percabangan
Rabu, 09 November 2016
Diposting oleh
Unknown
di
20.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 08 November 2016
1. Konfigurasi DNS Server terlebih dahulu
2. Install FTP Server dengan perintah apt-get install proftpd lalu enter dan bila ada pertanyaan y/Y ketikkan y lalu enter
3. Akan muncul jendela seperti gambar berikut, pilih standalone dan klik ok
4. Tunggu sampai proses instalasi selesai, lalu masuk ke web Anda berada, dengan perintah cd /home/[namadomain]/ dan saya menggunakan domain nl, lalu enter
5. dan buat directory pada web tersebut dengan perintah mkdir [namadirectory] lalu enter
6. lalu hapus user ftp dengan perintah userdel ftp lalu enter dan buat user baru dengan perintah useradd -d /[namadir] ftp lalu enter
7. lalu masukkan password untuk user ftp yang baru dengan perintah passwd ftp lalu enter , dan ketikkan password terserah Anda dan registrasi lagi lalu enter
8. masuk ke directory yang baru , dengan perintah cd [namadir]/ dan buat sub directorynya mkdir [subdir] lalu enter
9. lalu masuk ke konfigurasi ftp dengan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf lalu enter. dan edit html bagian paling bawah dengan script berikut sperti pada gambar
</Annonymous /home/[namadomain]/[namadir]/>
User ftp
</Anonymous>
lalu klik ctrl+x dan klik y lalu enter
10. lalu restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart lalu enter
11. setting IP komputer Anda sesuai dengan konfigurasi IP pada network debian yang dibuat dan lakukan ping dengan cmd untuk menguji konektifitas komputer dengan debian
12. masuk ke browser PC Anda dan ketikkan perintah ftp.[domainanda] seperti pada gambar berikut
13. lalu akan muncul jendela konfigurasi seperti berikut, masukkan user name ftp dan masukkan password ftp untuk user yang dibuat sebelumnya
14. jika berhasil, maka direktori yang Anda buat akan muncul pada halaman browser Anda seperti gambar berikut
2. Install FTP Server dengan perintah apt-get install proftpd lalu enter dan bila ada pertanyaan y/Y ketikkan y lalu enter
3. Akan muncul jendela seperti gambar berikut, pilih standalone dan klik ok
4. Tunggu sampai proses instalasi selesai, lalu masuk ke web Anda berada, dengan perintah cd /home/[namadomain]/ dan saya menggunakan domain nl, lalu enter
5. dan buat directory pada web tersebut dengan perintah mkdir [namadirectory] lalu enter
6. lalu hapus user ftp dengan perintah userdel ftp lalu enter dan buat user baru dengan perintah useradd -d /[namadir] ftp lalu enter
7. lalu masukkan password untuk user ftp yang baru dengan perintah passwd ftp lalu enter , dan ketikkan password terserah Anda dan registrasi lagi lalu enter
8. masuk ke directory yang baru , dengan perintah cd [namadir]/ dan buat sub directorynya mkdir [subdir] lalu enter
9. lalu masuk ke konfigurasi ftp dengan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf lalu enter. dan edit html bagian paling bawah dengan script berikut sperti pada gambar
</Annonymous /home/[namadomain]/[namadir]/>
User ftp
</Anonymous>
lalu klik ctrl+x dan klik y lalu enter
10. lalu restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart lalu enter
11. setting IP komputer Anda sesuai dengan konfigurasi IP pada network debian yang dibuat dan lakukan ping dengan cmd untuk menguji konektifitas komputer dengan debian
12. masuk ke browser PC Anda dan ketikkan perintah ftp.[domainanda] seperti pada gambar berikut
13. lalu akan muncul jendela konfigurasi seperti berikut, masukkan user name ftp dan masukkan password ftp untuk user yang dibuat sebelumnya
14. jika berhasil, maka direktori yang Anda buat akan muncul pada halaman browser Anda seperti gambar berikut
Diposting oleh
Unknown
di
20.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Bahasa Pascal
Nama : Laila Nur
Islamiatun
Kelas : Menejemen
Informatika
Nim : B16054
1.
Struktur bahasa pemrograman pascal dan C++ !
·
Struktur bahasa pemrograman Pascal :
a.
Judul
b.
Program :
berisi judul program yang akan dibuat.
c.
Uses :
unitnya.
d.
Bagian deklarasi berupa ;
Label : berisi nama
label yang akan dibuat.
Const : deklarasi yang
menggunakan identifier yang berisi nilai-nilai konstanta.
Type :
deklarasi yang mendefinisikan tipe data dari identifier yang digunakan dalam
program
Var :
deklarasi yang mendefinisikan identifier yang berisi data yang dapat berubah-ubah nilainya didalam program.
Procedure : nama prosedurnya.
Function : nama fungsisnya
e.
Bagian Pernyataan
Begin
<Pernyataan-pernyataan>
End (selesai)
·
Struktur bahasa pemrograman C++:
a.
Komentar
Bagian ini berisi keterangan program yang dibuat. Bagian ini tidak begitu
penting untuk program, karena tidak akan ditampilkan ketika program dijalankan.
Komentar ditulis dengan 2 cara, yaitu :
Ø
Diapit dengan tanda // untuk komentar 1 baris.
Ø
Diapit dengan tanda /*...*/ untuk komentar multi baris.
b.
Preprocessor Directive
Digunakan untuk mengarahkan preprocessor yang akan digunakan untuk
membaca file header atau sebagai pengatur proses kompilasi. Contoh file
preprocessor : #include, #define, #if,
#else, dan lainnya.
c.
Fungsi utama (main) dan tambahan (function dan
procedure)
Ø
Fungsi utama
Bagian pertama kali akan dieksekusi. Bagian ini tersusun atas kata main lalu diikuti tanda (), lalu diikuti lagi dengan definisi
fungsi (bagian dalam tanda {}) yang
berisi deklarasi dan perintah-perintah yang akan dieksekusi dalam program
tersebut. Contoh :
int main()
{
cout<<”selamat datang”<
procedur()
return 0;
}
Ø
Fungsi Tambahan
Fungsi yang mendukung dan merupakan pemecahan dari fungsi utama, terdiri
atas function dan procedure.
Function merupakan nilai balik sedangkan procedure tanpa nilai balik. Contoh :
Void procedure()
{
Char nama [20]=”Fasesa”,
Cout<<”nama saya adalah”<
}
d.
Definisi Fungsi
Berisi syntax-syntax yang nantinya akan dieksekusi apabila fungsi
tersebut dipanggil. Diawali dengan tanda {},
di dalam definisi fungsi ini terdapat statment,
statment diakhiri dengan tanda “;”.
Contoh :
int main()
{
cout<<selamat datang”<
procedur();
return 0;
}
e.
Bagian deklarasi
Tempat pengenalan variabel, konstanta, fungsi, array, dan lainnya. Contoh :
void prosedur()
{
char nama[20]=”fasesa”;
cout<<”nama saya adalah”<
}
2.
Perintah input dan output bahasa pemrograman
pascal dan c++!
a.
Perintah input output bahasa pemrograman c++ :
1.
Perintah output
Perintah yang digunakan untuk mengeluarkan hasil proses komputer sehingga
bisa dibaca oleh pembaca. Fungsi-fungsinya :
Ø
Printf()
Digunakan untuk mencetak data baik berupa teks, numerik kontanta maupun
variabel.
Ø
Puts()
Digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri
dengan perpindahan baris.
Ø
Putchar()
Digunakan untuk menampilkan sebuah karakter.
Ø
Cout
Dihubungkan dengan operator overloaded <<. Contoh :
Cout<<”nama saya laila”;
2.
Perintah input:
Sebuah perintah dalam bahasa program yang mampu meneruskan nilai dari
operator untuk diproses oleh komputer. Perintah-perintahnya :
Ø
Scanf()
Digunakan untuk menginputkan banyak data dalam satu baris asalkan
variabelnya sesuai.
Ø
Getche()
Akan menampilkan karakter yang diketik oleh user. Hanya menampilkan satu
karakter saja.
Ø
Gets()
Memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk
memasukkan data numerik.
Ø
Cin
Menangani standar c++ dengan menambahkan overloadded operator extraction
(>>) pada cin stream. Harus diikuti dengan variabel yang akan menyimpan
data.
b.
Perintah input output bahasa pemrograman Pascal
:
1.
Perintah input :
2.
Perintah output :
3.
Jelaskan tentang variabel bahasa pemrograman c++
dan pascal!
Variabel adalah seeuatu yang bersifat berubah-ubah
dan tidak tetap, nilai yang memiliki banyak varian. Menurut beberapa ahli :
a.
F.N Kerlinger
Variasi adalah konsep yang memiliki
macam-macam nilai dan variabel yang sudah diubah.
b.
Freddy Rankuti
Variabel adalah konsep yang memiliki nilai
bervariasi, dan nilai tersebut dibagi menjadi 4 data yang berbeda yaitu, skala,
rasio, ordinal, nomina, dan internal.
c.
Sutrisno Hadi
Variabel adalah variasi dari objek
penilitian.
Kesimpulannya variabel adalah besaran yang bisa diubah dan
selalu berubah sehingga mempengaruhi kejadian dari hasil penelitian. Variabel
dibagi menjadi 2 yaitu variabel diskrit dan kontinu. Macam-macam variabel :
Ø
Variabel independen
Variabel yang terjadi karena perubahan dan menimbulkan variabel terikat
atau dependen.
Ø
Variabel dependen
Variabel yang tidak bebas, terikat dan mempengaruhi setiap variabel bebas
atau variabel independen.
Ø
Variabel moderator
Variabel yang mempengaruhi sesuatu menjadi lebih kuat ataupun lebih lemah
yang memiliki hubungan dengan variabel bebas atau variabel terikat. Variabel
dari kedua variabel independen disebut variabel moderator.
Ø
Variabel intervening
Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel
terikat yang tidak bisa diamati ataupun diukur. Variabel ini tidak bisa diukur
karena selalu berubah.
Ø
Variabel kontrol
Variabel yang diusahakan dinetralisasi oleh peneliti.
4.
Jelaskan tentang tipe data bahasa pemrograman
c++ dan pascal
Tipe data adalah suatu pengenal
(identifier) yang merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data
mempengaruhi setiap intruksi yang dilakukan oleh komputer.
a.
Dalam bahasa c dikenal 5 macam tipe data
Ø
Tipe data integer
Digunakan untuk nilai integer/numerik/angka. Data integer tersimpan dalam
memori sebesar 4 byte (32 bit), integer digunakan untuk bilangan bulat.
Ø
Tipe data long
Tipe data lomg sama dengan tipe data integer, bedanya integer menampung
data dalam skala kecil sedangkan long dalam skala besar.
Ø
Tipe data float
Tipe data float terdapat dalam kelompok floating point yang menampung
bilangan-bilangan riil. Float digunakan untuk bilangan desimal
Ø
Tipe data double
Sama dengan float, bedanya float menampung data dalam skala kecil
sedangkan double dalam skala besar.
Ø
Tipe data char
Digunakan untuk karakter. Masing-masing memori menempati memori sebesar 1
byte. 1 byte terdiri dari 8 bit. Satu variabel bertipe char hanya mampu
menampung 1 buah karakter.
b. Dalam bahasa Pascal, secara garis besar
dikenal dua macam tipe data yaitu :
- tipe data sederhana (primitive type):
adalah tipe data yang hanya mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data sederhana adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter, tipe data boolean dan tipe data ennumerasi.
- tipe data kompleks (complex type):
adalah tipe data yang mampu menyimpan lebih dari satu nilai dalam tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data kompleks adalah string, array (larik), record dan object.
- tipe data sederhana (primitive type):
adalah tipe data yang hanya mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data sederhana adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter, tipe data boolean dan tipe data ennumerasi.
- tipe data kompleks (complex type):
adalah tipe data yang mampu menyimpan lebih dari satu nilai dalam tiap satu variabelnya.
Contoh tipe data kompleks adalah string, array (larik), record dan object.
a. Tipe data sederhana:
Tipe Integer
Tipe integer adalah tipe data yang nilainya tidak mempunyai titik desimal.
Tipe integer adalah tipe data yang nilainya tidak mempunyai titik desimal.
Tipe Boolean
Data tipe boolean mempunyai dua nilai yakni benar dan salah. Dengan memakai operator and, or atau not maka dapat dibentuk ungkapan boolean yang lebih rumit.
Data tipe boolean mempunyai dua nilai yakni benar dan salah. Dengan memakai operator and, or atau not maka dapat dibentuk ungkapan boolean yang lebih rumit.
Tipe Char
Tipe char digunakan untuk mendefinisikan tipe data yang nilainya merupakan himpunan karakter yang dikenal komputer seperti yang tersaji dalam tabel ASCII.
Tipe Terbilang
Disebut tipe terbilang karena semua nilai disebut satu persatu,
Tipe Real
Konstanta bertipe real adalah bilangan yang berisi titik desimal. Dalam Pascal paling sedikit harus ada satu digit sebelum dan sesudah titik desimal, tidak boleh ada koma dan nilainya bisa positif atau negatif.
Tipe char digunakan untuk mendefinisikan tipe data yang nilainya merupakan himpunan karakter yang dikenal komputer seperti yang tersaji dalam tabel ASCII.
Tipe Terbilang
Disebut tipe terbilang karena semua nilai disebut satu persatu,
Tipe Real
Konstanta bertipe real adalah bilangan yang berisi titik desimal. Dalam Pascal paling sedikit harus ada satu digit sebelum dan sesudah titik desimal, tidak boleh ada koma dan nilainya bisa positif atau negatif.
b. tipe data kompleks (complex type):
Tipe String
Data yang bertipe string adalah data yang berisi sederetan karakter yang banyaknya karakter bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan yaitu dari 1 sampai 255 karakter.
Data yang bertipe string adalah data yang berisi sederetan karakter yang banyaknya karakter bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan yaitu dari 1 sampai 255 karakter.
Tipe Larik
Larik (array) adalah tipe terstruktur yang mempunyai komponen dalam jumlah yang tetap dan setiap komponen mempunyai tipe data yang sama. Posisi masing-masing komponen dalam larik dinyatakan sebagai nomor indeks.
Tipe Rekaman
Sama halnya dengan larik, rekaman (record) adalah kumpulan data. Perbedaan antara larik dengan rekaman adalah dalam larik semua elemennya harus bertipe sama tetapi dalam rekaman setiap elemen bisa mempunyai tipe data yang berbeda satu sama lainnya.
Tipe Himpunan
Tipe himpunan adalah kumpulan obyek yang mempunyai tipe data yang sama dan urutan penulisannya tidak diperhatikan.Setiap onyek di dalam suatu himpunan disebut dengan anggota atau elemen himpunan
Larik (array) adalah tipe terstruktur yang mempunyai komponen dalam jumlah yang tetap dan setiap komponen mempunyai tipe data yang sama. Posisi masing-masing komponen dalam larik dinyatakan sebagai nomor indeks.
Tipe Rekaman
Sama halnya dengan larik, rekaman (record) adalah kumpulan data. Perbedaan antara larik dengan rekaman adalah dalam larik semua elemennya harus bertipe sama tetapi dalam rekaman setiap elemen bisa mempunyai tipe data yang berbeda satu sama lainnya.
Tipe Himpunan
Tipe himpunan adalah kumpulan obyek yang mempunyai tipe data yang sama dan urutan penulisannya tidak diperhatikan.Setiap onyek di dalam suatu himpunan disebut dengan anggota atau elemen himpunan
Diposting oleh
Unknown
di
20.10
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
KONFIGURASI ACCES POINT TP-LINK
Minggu, 08 November 2015
1. Dalam melakukan setting acces point yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui ip, username, dan password dari access point tersebut.
2. Pada kasus ini kita menggunakan access point TP LINK, pada bagian belakang access point ini terdapat keterangan:
Ip : 192.168.1.254
Username : admin
Password : admin
3. Setelah semua keterangan diatas diketahui langkah selanjutnya adalah memasang semua perangkat pendukung agar access point tersebut dapat berfungsi. Seperti memasang antenna, kabel power, dan menghubungkan kabel jaringan pada access point dengan komputer yang digunakan untuk mensetting access point.
4. Langkah selanjutnya adalah mensetting IP pada komputer yang digunakan untuk setting access point. Ip pada access point diatas adalah 192.168.1.254, maka kita harus menggunakan IP yang mempunyai network id yang sama dengan ip access point. Seperti menggunakan ip 192.169.1.1, ip tersebut yang akan digunakan sebagai ip komputer.
5. Setelah setting ip dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan koneksi jaringan dengan melakukan ping ke ip access point.
6. Apabila terdapat hasil seperti diatas maka koneksi antara access point dengan komputer terhubung.
7. Langkah selanjutnya adalah melakukan setting access point menggunakan halaman browser seperti Mozilla Firefox. Seperti gambar dibawah ini:
8. Pada form isian diatas diisi sebagai berikut :
User Name : admin
Password : admin
Kemudian klik OK.
9. Berikut adalah tampilan utama atau status untuk melakukan setting access point menggunakan halaman web. Caranya yaitu dengan mengetikkan ip access point pada halaman web.
10. Untuk melakukan perubahan ip pada acces point dapat mengklik sub menu Network pada menu Basic Setting.
11. Untuk melakukan perubahan nama SSID, Region, Wireless Security, MAC Filtering, dan Wireless Statistics. Dapat merubah pada bagian menu Basic Settings pada submenu Wireless.
a. Basic Settings, pada bagian ini digunakan untuk melakukan perubahan SSID dan Region.
Kita dapat merubah SSID dan Regionnya seperti dibawah ini:
SSID = TKJ
Region = Indonesia
Kemudian klik Save.
b. Security Settings, pada bagian ini digunakan untuk mensetting password, agar clien yang terkoneksi dengan access point harus memasukkan password. Berikut adalah tampilan dari security settings pada access point menggunakan WPA-PSK/WPA2-PSK.
Pada gambar diatas menunjukan bahwa password dari WPA-PSK/WPA2-PSK, yaitu:
PSK Passphrase : password
Setelah setting password dilakukan, kemudian klik Save.
c. MAC Filtering, MAC Filtering digunakan untuk untuk memfilter clien mana saja yang boleh terkoneksi dengan access point, dengan memasukkan alamat MAC Address pada daftar MAC Address yang boleh terkoneksi dengan access point.
Berikut adalah cara untuk mengetahui alamat MAC address pada komputer:
– Klik tombol Start > ketik cmd pada menu search > enter
– Ketik perintah >ipconfig /all
– Berikut adalah tampilan untuk mengetahui alamat MAC Address dari komputer.
Untuk mengetahui alamat MAC Address pada komputer dapat dilihat pada bagian Physical Address. Contoh:
Physical Address : 00-1F-E1-3E-4C-8D
Cara memasukkan MAC Address pada access point:
a) Klik pada bagian MAC Filtering, seperti pada gambar dibawah ini.
b) Kemudian pada bagian Wireless MAC Address Filtering klik Enable. Berikut adalah tampilan setelah kita klik Enable.
c) Kemudian klik Add New . . .
Kemudian akan tampil gambar seperti berikut:
Berikut keterangan yang harus diisi:
MAC Address : 00-1F-E1-3E-4C-8D
Description : mac address yang bias diakses
Privilege : allow
Status : Enable
Keterangan diatas menunjukkan bahwa hanya komputer yang mempunyai mac address diatas yang boleh terkoneksi dengan access point.
Setelah semua setting telah dilakukan kemudian klik Save. Berikut adalah tampilan setelah semua setting selesai dilakukan.
12. Langkah selanjutnya adalah melakukan setting DHCP agar setiap clien secara otomatis mendapat ip dari access point. Untuk melakukan setting DHP kita dapat mengklik submenu DHCP Settings pada menu DHCP. Berikut adalah tampilan untuk setting DHCP:
Berikut adalah cara melakukan setting DHCP pada access point:
DHCP Server : Enable
Start IP Address : 192.168.1.100
End IP Address : 192.168.1.199
Keterangan diatas menunjukkan bahwa DHCP telah diaktifkan, kemudian IP yang diberikan yaitu dari 192.168.1.100 sampai 192.168.1.199. Berarti access point ini hanya dapat memberikan sekitar 100 IP atau hanya 100 clien yang dapat terkoneksi dengan access point.
Setelah semua proses telah dilakukan kemudian klik Save.
13. Apabila kita akan mengganti username dan password yang digunakan untuk masuk atau login ke dalam settingan access point maka dapat dilakukan dengan mengklik submenu Password pada menu System Tools.
14. Setelah semua setting selesai dilakukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan Reboot, yaitu dengan tombol Rebootpada submenu Reboot pada menu System Tools. Berikut adalah gambar untuk melakukan Reboot.
Diposting oleh
Unknown
di
16.30
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)



